h1

BMW X5: Mempertahankan Reputasi SUV Premium

Mei 5, 2008

Cuaca Pulau Dewata bulan Agustus lalu terasa sempurna untuk menjadi bagian dari pengalaman kami bersama New BMW X5. Meski cerahnya langit di Bandara Ngurah Rai telah berganti dengan awan kelabu saat kami beranjak menuju Gunung Batur, cuaca berkabut dan rintik air hujan yang membasahi jalanan berliku di pedalaman desa-desa asli Bali seakan menawarkan medan menantang untuk membuktikan kemampuan terbaik milik X5 terbaru.

Sosok gagah X5 tak disangkal, mudah dikenali oleh setiap orang. Meski bagi BMW, SUV mewah ini telah mengalami siklus metamorfosis penuh tujuh tahunan, namun secara sekilas, sosoknya tak jauh berbeda dengan generasi pertamanya. Sebuah ide cerdas untuk mempertahankan reputasi X5 yang telah sukses terjual lebih dari 600.000 unit di seluruh dunia sejak tahun 2000. Dengan proporsi dan lekuk tubuh serupa dengan generasi lamanya, X5 baru tampil lebih besar, lebih mewah, lebih bertenaga, dan yang pasti lebih sempurna.

Eksterior dan Interior
Dua bulatan grille khas BMW hadir lebih besar bersanding dengan lampu utama yang kental sentuhan Chris Bangle. Perpaduan garis tegas yang sportif dan sudut-sudut membulat yang kekar membuat X5 baru ini tegas menampilkan karakter dinamis BMW.

X5 anyar ini mendapatkan penambahan dimensi badan dibandingkan X5 generasi pertama. Kini X5 lebih panjang 187 mm dan lebih lebar 68 mm. Tak heran jika hal itu sekaligus memberikan ruang lebih lapang di dalam kabinnya. Bangku baris kedua mendapatkan tambahan ruang kaki 40 mm untuk kenyamanan penumpang. Dan seiring bertambahnya panjang, BMW kini memberikan dua bangku tambahan baris ketiga sehingga mampu mengangkut tujuh penumpang. Jika bangku baris ketiga ini menjadi pilihan seharga lebih dari US$ 1.200 di Amerika Serikat, pemilik X5 di Indonesia bisa mendapatkannya sebagai paket standar dari BMW.

Sayangnya, bangku baris ketiga ini direkomendasikan BMW hanya cocok untuk mereka yang memiliki tinggi badan maksimal 170 cm. Sebuah rekomendasi yang rasanya memang patut Anda pertimbangkan! Ruang kaki di bangku paling belakang ini terasa begitu menyiksa, bahkan bagi saya yang hanya memiliki tinggi badan 165 cm. Rasanya, jika Anda berpikir untuk menempatkan anak-anak di sana dalam sebuah perjalanan jauh, hal itu bisa membuat mereka merasa cepat lelah.

Pengendaraan dan Pengendalian
Pengendaraan X5 memberikan kesan serupa dengan karakteristik BMW lainnya, yaitu sportif. Hempasan suspensi yang cenderung keras memberikan pengendalian istimewa saat menyusuri jalanan berliku melintas pedesaan di tengah pulau Bali dari Kuta hingga tepi Danau Batur. Namun saat Anda semakin terbiasa dengan pengendaraan X5, peredaman suspensinya akan terasa semakin nyaman sepanjang Anda dapat dengan sigap menghindari lubang-lubang besar di jalanan.

Bertambah panjangnya sumbu roda (bertambah 113 mm) dan jarak pijak (bertambah 68 mm di depan dan 74 mm di belakang) dibandingkan X5 generasi pertama sekaligus meningkatkan pengendalian dan kenyamanannya, apalagi di kecepatan tinggi. Tanpa posisi duduk yang lebih tinggi, rasanya mengendarai X5 bagaikan mengendarai sebuah saloon mewah.

Akurasi kemudinya patut dipuji, akurat dan sangat informatif terhadap kondisi permukaan jalan. Saat melintasi lintasan berkelok yang menurun dari Bedugul ke Lovina misalnya, respon kemudi yang cepat membuat mobil bongsor berbobot 2,2 ton ini bagaikan dengan lincah menari menembus hutan. Suspensi Double Wishbone yang baru pertama kali pergunakan oleh BMW pada suspensi depan X5, diklaim turut mengurangi gejala understeer yang terjadi.

Namun peran terbesar dalam pengendalian X5 tetap hadir dari teknologi gerak empat roda BMW, xDrive. Bekerja dengan kopling elektronik dan DSC (Dynamic Stability Control), tenaga yang tersalurkan ke keempat roda didistribusikan sesuai kebutuhan traksi saat berkendara. Dalam kondisi normal, tenaga dikirimkan berbanding 40:60 antara poros roda depan dan belakang. Namun dalam kondisi tertentu distribusi tenaga tersebut bisa berubah menjadi 0:100 atau sebaliknya.

Dengan xDrive pula, Anda tak perlu risau saat perlu memasuki permukaan aspal non-aspal. Meski habitat terbaik X5 adalah jalan raya, namun kombinasi xDrive dan DSC tetap memberikan layanan terbaik di medan off-road ringan. Terbukti saat kami berusaha menembus medan berbatu di tepi Danau Batur, di sebuah rintangan, fitur Start-Off Assistant milik DSC mampu mempertahankan posisi X5 untuk mencegahnya meluncur mundur tak terkendali pada sebuah medan yang menanjak.

Performa
Varian bermesin 6-silinder segaris berkapasitas 3,0 liter yang kami coba memang pilihan terendah yang disediakan BMW. Varian lain yang tersedia di Indonesia adalah X5 4.8i bermesin V8. Di Eropa, juga tersedia varian X5 3.0d bermesin 6-silinder segaris turbodiesel.

X5 3.0si yang kami coba menawarkan performa yang menawan sepanjang perjalanan. Tenaga puncak 272 hp yang dimilikinya meningkat 14 hp dibandingkan mesin serupa yang sebelumnya juga digunakan pada BMW 530i. Torsi maksimum 315 Nm telah dapat diperoleh sejak 2.750 rpm dan membawa X5 ini berakselerasi dari 0 – 100 kpj dalam waktu 8,1 detik. Semua tenaga dan torsi tersebut disalurkan via transmisi otomatis 6-speed yang memberikan perpindahan gear lebih lembut dan cepat.

Pilihan perpindahan dengan mode manual, Steptronic memberikan respon lebih baik saat perpindahan gear untuk pengemudian yang lebih agresif, apalagi di jalan bebas hambatan. Sayangnya, kontrol elektronik pada transmisinya terkadang mengintervensi penurunan gear dan memberikan jeda saat frekuensi perpindahan gear lebih sering, terutama saat berkendara di medan yang berliku.

Dan untuk menghentikan laju X5, rem cakram di keempat rodanya memberikan jaminan ketenangan bagi pengemudi. Remnya memberikan tenaga istimewa untuk menghentikan bobot lebih dari 2 ton milik X5, cukup dengan tekanan pedal ream yang lembut.

Keputusannya…
PT. BMW Indonesia memberikan bangku baris ketiga sebagai kelengkapan standar dengan pertimbangan, karakteristik konsumen mobil Indonesia yang cenderung memilih mobil berkapasitas penumpang besar. Namun apakah itu pula yang diinginkan oleh calon pembeli X5?

Semua model yang ditawarkan BMW selalu menjadikan pengemudi sebagai fokus utamanya. BMW adalah sebuah mesin impian bagi mereka yang mencintai mengemudi. Begitu juga dengan yang ditawarkan oleh X5 ini. Semakin sempurnanya rekayasa teknik pada X5 menjadikan mobil ini semakin hebat baik di jalan raya maupun di lintasan off-road ringan.

Namun, saat Anda mengajak keluarga Anda berpetualang dengan mobil ini melintasi rute berliku dan berjarak jauh, rasanya tak pantas jika Anda menyiksa dua orang penumpang di bangku paling belakangnya. Bertambahnya dimensi X5 telah memberikan kenyamanan optimal dengan keleluasaan di baris keduanya, karenanya, cukup ajak empat orang lainnya.

Pada akhirnya jika Anda berencana meminang mobil ini, coba pertimbangkan untuk menukar dua bangku paling belakang ini dengan pilihan kelengkapan lainnya. Masih ada Adaptive Drive, Adaptive Headlights, Head-Up Display atau Entertainment System yang bisa ditawarkan oleh PT. BMW Indonesia. Sekali lagi, sesuai angka di belakang mereknya, X5 lebih tepat untuk lima orang saja.

Iklan

2 komentar

  1. berapa 1 unitnya?tolong foto mobil bmwnya di kirim di email saya .dr.alisyah_putra@yahoo.co.id


  2. New X5 3.0si Rp. 1.370M, New X5 4.8si Rp. 1.920M. Fotonya bisa banyak ditemukan di internet pak..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: