h1

BMW M5: Supercar Keluarga

April 30, 2008

Jika Anda pengusaha sukses, pengacara handal atau memang memiliki kesempatan untuk memilih sebuah mobil seharga lebih dari Rp. 2 Milyar, pilihan normalnya ada dua: sebuah supercar ekstra kencang atau sebuah saloon ekstra mewah. Tapi jangan terlewatkan pilihan alternatif lainnya yang justru lebih menggoda, sebuah saloon mewah ekstra kencang. Dan mobil seperti itulah yang kini ada di hadapan kami, sebuah BMW M5 tepatnya. Saloon mewah BMW yang mengusung kekuatan sebuah supercar di balik jubah bodi Seri-5.

Kursi pengemudi dan penumpang depan dapat diatur lengkap secara elektrik, plus pemanas dan lumbar support. Semuanya terbungkus oleh kulit Merino berwarna gelap yang tampil kontras dengan warna perak di eksteriornya. Meski tampil suram, namun limpahan sinar mentari via sunroof sangat membantu meningkatkan kesan lapang di dalamnya. M5 juga tetap menawarkan berbagai kepraktisan sebuah sedan empat pintu dari BMW, bagasi berlimpah, tempat duduk penumpang belakang nyaman yang memastikan bahwa Anda bisa membawa serta istri dan anak Anda bersama-sama mencapai lokasi liburan favorit dalam waktu singkat. Kecuali Anda terjebak dalam kemacetan, maka semua kenikmatan mengendarai M5 pun musnah.

Semua fasilitas kemewahan yang ditawarkan BMW memang menjadi hal minoritas dari 100% kepuasan mengemudikan sebuah M5. Karena sumber kepuasan sesungguhnya hadir dari balik penutup mesinnya. Luapan 507 hp tenaga mesin V10 berkapasitas 4.999 cc hadir sepenuhnya pada putaran mesin 7.750 rpm. Mesinnya sendiri masih sanggup berteriak hingga mencapai 8.250 rpm. Sementara torsi puncak 520 Nm pada 6.100 rpm sudah tersedia 86 persennya pada 3.500 rpm. Mesin V10 bersudut 90 derajat yang dicangkok M5 terinspirasi oleh mesin V10 BMW Williams F1, kepala silinder dan crankshaft yang dimilikinya dibuat di pabrik yang memproduksi komponen mesin F1 di Munich.

Data teknis yang menggoda ini membuat kami tak kuasa untuk segera menginjak habis pedal akselerator M5 saat berada di belakang kemudinya. Begitu lintasan lurus membentang di depan, dari kondisi diam kami mencatat akselerasi 0 – 100 kpj dalam waktu 8,11 detik. Terlalu lambat! Pasalnya, BMW mengklaim akselerasi 0 -100 kpj hanya dalam 4,7 detik saja. Memang saat mencoba pertama kali, transmisi 7-speed M-Sequential Drivelogic yang tersemat pada M5 berada pada Drive Mode, dengan program M Engine Dynamic pada P400 (tombol power off) yang membatasi tenaga puncak yang tersedia. Pada M5 memang tersedia M Engine Dynamic yang menyediakan tiga pilihan program, yaitu P400 yang diperuntukan pada pengendaraan dalam kota, konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan keluaran tenaga yang dibatasi, P500 yang menyediakan tenaga puncak 507 hp dan P500 Sport yang tak hanya menyediakan tenaga total namun juga responsifitas yang lebih agresif.

Kini dengan tenaga maksimum yang tersedia, kami kembali mencoba berakselerasi dari kondisi diam untuk mencapai 100 kpj dengan transmisi pada Sequential Mode, dan angka 6,19 detik tercatat pada alat uji kami. Perpindahan gear transmisi secara manual bisa dilakukan pada tuas transmisi atau dengan menggunakan paddle shift di belakang lingkar kemudi. Namun jelas menggunakan paddle shift menjadikan perpindahan gear lebih responsif. Kemudian, kami kembali mencoba dengan mematikan DSC (Dynamic Stability Control), mengatur EDC (Electronic Damper Control) pada mode sport dan melakukan kick down untuk membuat M5 kembali melesat dari 0 – 100 kpj hanya dalam 5,7 detik. Akibat DSC yang dimatikan, saat start, ban Continental Sport Contact 2 tak sanggup sepenuhnya menyalurkan torsi optimum dan meninggalkan jejak karet hitam panjang di aspal, sekaligus membuat buntut mobil menari.

Dari dalam kabin, suara raungan knalpot dari mesin V10 memang tak segarang saat berada di luar. Yang dapat dinikmati adalah saat badan terhempas di kursi saat berakselerasi dan hal itu bisa terjadi setiap perpindahan gear saat jarum putaran mesin melewati 8.000 rpm. Kecepatan maksimum yang kami peroleh memang hanya 210 kpj, namun BMW memang telah membatasi kecepatannya secara elektronik hingga 250 kpj. Meski kami percaya jika kecepatan tertinggi mobil ini sanggup melebihi 300 kpj.

Pilihan mode sport pada EDC membantu kami untuk mendapatkan pengendaraan akurat dan pengendalian yang mantap saat menguji di sirkuit. Pasalnya pada EDC mode sport, suspensi dan sistem kemudi M5 akan diatur secara otomatis pada setelan yang tepat untuk mengemudi secara lebih agresif. Secara keseluruhan ada tiga mode EDC pada M5, yaitu comfort, normal dan sport. Kemudi M5 yang tak dilengkapi dengan Active Steering juga lebih memenuhi kebutuhan pengemudi melakukan manuver cepat di tikungan.

Menikmati sebuah M5 di tengah keramaian kota Jakarta memang bukan hal yang mudah. Aliran darah penuh adrenalin di setiap bulir letupan tenaga mesin V10 milik M5 lebih cocok jika dilarikan di atas lintasan sirkuit, bahkan jika Anda tak memiliki kemampuan layaknya seorang pembalap. Namun jika Anda memang seorang ahli, mengendarai M5 bisa membuat Anda tak bisa berhenti. Semua kemampuan brutal di balik kemudi M5 bahkan masih bisa ditambahkan dengan kemampuannya sebagai mobil pembawa keluarga atau menemami Anda menemui rekan bisnis. Citra mewah BMW jelas menjaminnya sebagai saloon eksklusif, sekaligus sebagai sebuah supercar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: