<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The begining and the end of life..!</title>
	<atom:link href="http://budityas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budityas.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 03:31:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='budityas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The begining and the end of life..!</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budityas.wordpress.com/osd.xml" title="The begining and the end of life..!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://budityas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AUTOCAR Indonesia in ovi store</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2010/05/11/autocar-indonesia-in-ovi-store/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2010/05/11/autocar-indonesia-in-ovi-store/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[autocar]]></category>
		<category><![CDATA[automotive]]></category>
		<category><![CDATA[cars]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobile app]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[Test Drive]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budityas.wordpress.com/2010/05/11/autocar-indonesia-in-ovi-store/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=26&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://store.ovi.com/content/36219?cid=ovistore-fw-bac-na-acq-na-na-g0-1-pac101" target="_new"><img src="http://promotions.ovi.com/omt/img/TRrqudvgEkKxR8q3Py40SpfWPqKhn2Z8" border="0" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=26&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2010/05/11/autocar-indonesia-in-ovi-store/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://promotions.ovi.com/omt/img/TRrqudvgEkKxR8q3Py40SpfWPqKhn2Z8" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Behind The Scene: Tarian X5 di Pulau Dewata</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/behind-the-scene-tarian-x5-di-danau-batur/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/behind-the-scene-tarian-x5-di-danau-batur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 03:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Batur]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[C151]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Dua]]></category>
		<category><![CDATA[The Bale]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budityas.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Memenuhi undangan dari PT. BMW Indonesia selalu menjadi hal istimewa. Seperti kali ini, saat kami mendapatkan kesempatan mencoba New BMW X5 di Pulau Dewata. BMW memang selalu menawarkan pengalaman berbeda yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh produknya. “X5 adalah sebuah Sport Activity Vehicle, artinya media tak hanya merasakan pengalaman berkendara bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=14&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memenuhi undangan dari PT. BMW Indonesia selalu menjadi hal istimewa. Seperti kali ini, saat kami mendapatkan kesempatan mencoba New BMW X5 di Pulau Dewata. BMW memang selalu menawarkan pengalaman berbeda yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh produknya. “X5 adalah sebuah Sport Activity Vehicle, artinya media tak hanya merasakan pengalaman berkendara bersama mobilnya, namun juga harus merasakan semua pengalaman beraktivitas bersama BMW,” tutur Helena Abidin, Director of Corporate Communication, PT. BMW Indonesia.</p>
<p><img style="vertical-align:middle;" src="http://www.c151.net/images/galleries/seminyak-gallery-29.jpg" alt="" width="332" height="500" /></p>
<p>Hari pertama bersama BMW, kami sudah dikenalkan dengan sebuah penginapan yang begitu modern. Villa C151 memberikan semua peranti elektronik berada di hampir semua sudut rumah. Berlokasi di Seminyak, Kuta, Villa C151 menawarkan pengalaman bermalam yang modern, penuh kenyamanan dan mewah, serupa dengan kesan pertama kami terhadap New BMW X5 yang menjadi tujuan kami datang ke Bali.</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>Esok harinya, petualangan sebenarnya bersama New X5 pun dimulai, tujuan kami adalah Danau Batur, di kaki Gunung Batur (1.717 DPL). Perjalanan kali ini kami tempuh melalui jalur alternatif via Klungkung serupa jalur menuju Pura Besakih. Tanpa berbelok ke arah Besakih, kami terus menanjak menembus kabut menuju kaki Gunung Batur. Beruntung, kami mendapatkan cuaca bersahabat saat tiba di tepi Danau Batur.</p>
<p>Bersama Sang Adik, BMW X3, pemotretan New X5 berlangsung sepanjang tengah hari.  Kontur istimewa yang menghasilkan jalur jalanan berliku di tepi Danau Batur menjadikan X5 bagaikan menari sembari mengagumi keindahan pemandangan alami di pulau para dewa ini. Usai pemotretan, kami kembali melalui rute via Tampaksiring, Ubud dan Sukowati hingga tiba di The Bale, Nusa Dua.</p>
<p>Kali ini, kami mendapatkan nuansa yang berbeda dengan kesan modern di penginapan sebelumnya. The Bale menyuguhkan nuansa tradisional lebih kental, suasana lebih santai dan menenangkan menjadi tawaran terbaik bagi The Bale. Kepenanatan usai berkendara sepanjang hari lenyap dengan “hospitality from the heart” yang disuguhkan The Bale.</p>
<p><img style="vertical-align:middle;" src="http://www.thebale.com/images/gallery/dx-swimmingpool.gif" alt="" width="399" height="298" /></p>
<p>Hari terakhir bisa jadi merupakan saat paling istimewa berpetualang bersama BMW X5. Bertolak dari The Bale, Nusa Dua, kami berkesempatan menjelajah Pulau Dewata bersama Presiden Direktur PT. BMW Indonesia, Joerg Kelling. Lebih istimewa lagi, Mr. Kelling menemani kami dengan mengendarai sepeda motor besar. Bersama kami juga turut Jose Luis Calle, General Manager The Bale, dan rekan-rekan dari Motor Besar Club, Bali. Total, lima sepeda motor besar mendampingi New X5 dan X3 menyusuri jalur di hari ketiga kami.</p>
<p>Rute kali ini menempuh lebih dari 200 km yang dimulai dari Nusa Dua menuju Bedugul, dan berlanjut hingga ke Pantai Lovina. Jalan berliku, beraspal mulus yang diselingi jalinan hutan asli Bali, lengkap dengan kerumunan monyet-monyet di sisi jalan menawarkan kemasan indah pemandangan Pulau Dewata. Usai makan siang di Lovina, perjalanan kembali dilanjutkan via Busungbiu dan berlanjut ke Tabanan. Hamparan pesawahan terasering indah kami lewati dengan bersamaan menembus kabut dingin di kaki gunung Batukau (2.276 DPL).</p>
<p>Sayangnya, petualangan kami menikmati pemandangan indah di salah satu dari beribu pulau istimewa di Nusantara ini tetap harus berakhir. Petualangan penuh kemewahan, kenyamanan dan pengalaman baru bersama New BMW X5 memang sudah selayaknya dirasakan dengan cara yang istimewa seperti ini. Bahkan hingga tulisan ini selesai, percikan pengalaman yang tersisa membuat kami ingin meneruskan petualangan ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budityas.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budityas.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=14&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/behind-the-scene-tarian-x5-di-danau-batur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.c151.net/images/galleries/seminyak-gallery-29.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.thebale.com/images/gallery/dx-swimmingpool.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BMW X5: Mempertahankan Reputasi SUV Premium</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/bmw-x5-mempertahankan-reputasi-suv-premium/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/bmw-x5-mempertahankan-reputasi-suv-premium/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 02:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Test Drive]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[off-road]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[SUV]]></category>
		<category><![CDATA[X5]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budityas.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Cuaca Pulau Dewata bulan Agustus lalu terasa sempurna untuk menjadi bagian dari pengalaman kami bersama New BMW X5. Meski cerahnya langit di Bandara Ngurah Rai telah berganti dengan awan kelabu saat kami beranjak menuju Gunung Batur, cuaca berkabut dan rintik air hujan yang membasahi jalanan berliku di pedalaman desa-desa asli Bali seakan menawarkan medan menantang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=13&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="BMW X5 at Danau Batur" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/BBX5.jpg" alt="" width="384" height="256" /></p>
<p>Cuaca Pulau Dewata bulan Agustus lalu terasa sempurna untuk menjadi bagian dari pengalaman kami bersama New BMW X5. Meski cerahnya langit di Bandara Ngurah Rai telah berganti dengan awan kelabu saat kami beranjak menuju Gunung Batur, cuaca berkabut dan rintik air hujan yang membasahi jalanan berliku di pedalaman desa-desa asli Bali seakan menawarkan medan menantang untuk membuktikan kemampuan terbaik milik X5 terbaru.</p>
<p>Sosok gagah X5 tak disangkal, mudah dikenali oleh setiap orang. Meski bagi BMW, SUV mewah ini telah mengalami siklus metamorfosis penuh tujuh tahunan, namun secara sekilas, sosoknya tak jauh berbeda dengan generasi pertamanya. Sebuah ide cerdas untuk mempertahankan reputasi X5 yang telah sukses terjual lebih dari 600.000 unit di seluruh dunia sejak tahun 2000. Dengan proporsi dan lekuk tubuh serupa dengan generasi lamanya, X5 baru tampil lebih besar, lebih mewah, lebih bertenaga, dan yang pasti lebih sempurna.</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p><em>Eksterior dan Interior</em><br />
Dua bulatan grille khas BMW hadir lebih besar bersanding dengan lampu utama yang kental sentuhan Chris Bangle. Perpaduan garis tegas yang sportif dan sudut-sudut membulat yang kekar membuat X5 baru ini tegas menampilkan karakter dinamis BMW.</p>
<p>X5 anyar ini mendapatkan penambahan dimensi badan dibandingkan X5 generasi pertama. Kini X5 lebih panjang 187 mm dan lebih lebar 68 mm. Tak heran jika hal itu sekaligus memberikan ruang lebih lapang di dalam kabinnya. Bangku baris kedua mendapatkan tambahan ruang kaki 40 mm untuk kenyamanan penumpang. Dan seiring bertambahnya panjang, BMW kini memberikan dua bangku tambahan baris ketiga sehingga mampu mengangkut tujuh penumpang. Jika bangku baris ketiga ini menjadi pilihan seharga lebih dari US$ 1.200 di Amerika Serikat, pemilik X5 di Indonesia bisa mendapatkannya sebagai paket standar dari BMW.</p>
<p>Sayangnya, bangku baris ketiga ini direkomendasikan BMW hanya cocok untuk mereka yang memiliki tinggi badan maksimal 170 cm. Sebuah rekomendasi yang rasanya memang patut Anda pertimbangkan! Ruang kaki di bangku paling belakang ini terasa begitu menyiksa, bahkan bagi saya yang hanya memiliki tinggi badan 165 cm. Rasanya, jika Anda berpikir untuk menempatkan anak-anak di sana dalam sebuah perjalanan jauh, hal itu bisa membuat mereka merasa cepat lelah.</p>
<p><em>Pengendaraan dan Pengendalian</em><br />
Pengendaraan X5 memberikan kesan serupa dengan karakteristik BMW lainnya, yaitu sportif. Hempasan suspensi yang cenderung keras memberikan pengendalian istimewa saat menyusuri jalanan berliku melintas pedesaan di tengah pulau Bali dari Kuta hingga tepi Danau Batur. Namun saat Anda semakin terbiasa dengan pengendaraan X5, peredaman suspensinya akan terasa semakin nyaman sepanjang Anda dapat dengan sigap menghindari lubang-lubang besar di jalanan.</p>
<p>Bertambah panjangnya sumbu roda (bertambah 113 mm) dan jarak pijak (bertambah 68 mm di depan dan 74 mm di belakang) dibandingkan X5 generasi pertama sekaligus meningkatkan pengendalian dan kenyamanannya, apalagi di kecepatan tinggi. Tanpa posisi duduk yang lebih tinggi, rasanya mengendarai X5 bagaikan mengendarai sebuah saloon mewah.</p>
<p>Akurasi kemudinya patut dipuji, akurat dan sangat informatif terhadap kondisi permukaan jalan. Saat melintasi lintasan berkelok yang menurun dari Bedugul ke Lovina misalnya, respon kemudi yang cepat membuat mobil bongsor berbobot 2,2 ton ini bagaikan dengan lincah menari menembus hutan. Suspensi Double Wishbone yang baru pertama kali pergunakan oleh BMW pada suspensi depan X5, diklaim turut mengurangi gejala understeer yang terjadi.</p>
<p>Namun peran terbesar dalam pengendalian X5 tetap hadir dari teknologi gerak empat roda BMW, xDrive. Bekerja dengan kopling elektronik dan DSC (Dynamic Stability Control), tenaga yang tersalurkan ke keempat roda didistribusikan sesuai kebutuhan traksi saat berkendara. Dalam kondisi normal, tenaga dikirimkan berbanding 40:60 antara poros roda depan dan belakang. Namun dalam kondisi tertentu distribusi tenaga tersebut bisa berubah menjadi 0:100 atau sebaliknya.</p>
<p>Dengan xDrive pula, Anda tak perlu risau saat perlu memasuki permukaan aspal non-aspal. Meski habitat terbaik X5 adalah jalan raya, namun kombinasi xDrive dan DSC tetap memberikan layanan terbaik di medan off-road ringan. Terbukti saat kami berusaha menembus medan berbatu di tepi Danau Batur, di sebuah rintangan, fitur Start-Off Assistant milik DSC mampu mempertahankan posisi X5 untuk mencegahnya meluncur mundur tak terkendali pada sebuah medan yang menanjak.</p>
<p><em>Performa</em><br />
Varian bermesin 6-silinder segaris berkapasitas 3,0 liter yang kami coba memang pilihan terendah yang disediakan BMW. Varian lain yang tersedia di Indonesia adalah X5 4.8i bermesin V8. Di Eropa, juga tersedia varian X5 3.0d bermesin 6-silinder segaris turbodiesel.</p>
<p>X5 3.0si yang kami coba menawarkan performa yang menawan sepanjang perjalanan. Tenaga puncak 272 hp yang dimilikinya meningkat 14 hp dibandingkan mesin serupa yang sebelumnya juga digunakan pada BMW 530i. Torsi maksimum 315 Nm telah dapat diperoleh sejak 2.750 rpm dan membawa X5 ini berakselerasi dari 0 – 100 kpj dalam waktu 8,1 detik. Semua tenaga dan torsi tersebut disalurkan via transmisi otomatis 6-speed yang memberikan perpindahan gear lebih lembut dan cepat.</p>
<p>Pilihan perpindahan dengan mode manual, Steptronic memberikan respon lebih baik saat perpindahan gear untuk pengemudian yang lebih agresif, apalagi di jalan bebas hambatan. Sayangnya, kontrol elektronik pada transmisinya terkadang mengintervensi penurunan gear dan memberikan jeda saat frekuensi perpindahan gear lebih sering, terutama saat berkendara di medan yang berliku.</p>
<p>Dan untuk menghentikan laju X5, rem cakram di keempat rodanya memberikan jaminan ketenangan bagi pengemudi. Remnya memberikan tenaga istimewa untuk menghentikan bobot lebih dari 2 ton milik X5, cukup dengan tekanan pedal ream yang lembut.</p>
<p><em>Keputusannya&#8230;</em><br />
PT. BMW Indonesia memberikan bangku baris ketiga sebagai kelengkapan standar dengan pertimbangan, karakteristik konsumen mobil Indonesia yang cenderung memilih mobil berkapasitas penumpang besar. Namun apakah itu pula yang diinginkan oleh calon pembeli X5?</p>
<p>Semua model yang ditawarkan BMW selalu menjadikan pengemudi sebagai fokus utamanya. BMW adalah sebuah mesin impian bagi mereka yang mencintai mengemudi. Begitu juga dengan yang ditawarkan oleh X5 ini. Semakin sempurnanya rekayasa teknik pada X5 menjadikan mobil ini semakin hebat baik di jalan raya maupun di lintasan off-road ringan.</p>
<p>Namun, saat Anda mengajak keluarga Anda berpetualang dengan mobil ini melintasi rute berliku dan berjarak jauh, rasanya tak pantas jika Anda menyiksa dua orang penumpang di bangku paling belakangnya. Bertambahnya dimensi X5 telah memberikan kenyamanan optimal dengan keleluasaan di baris keduanya, karenanya, cukup ajak empat orang lainnya.</p>
<p>Pada akhirnya jika Anda berencana meminang mobil ini, coba pertimbangkan untuk menukar dua bangku paling belakang ini dengan pilihan kelengkapan lainnya. Masih ada  Adaptive Drive, Adaptive Headlights, Head-Up Display atau Entertainment System yang bisa ditawarkan oleh PT. BMW Indonesia. Sekali lagi, sesuai angka di belakang mereknya, X5 lebih tepat untuk lima orang saja.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budityas.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budityas.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=13&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2008/05/05/bmw-x5-mempertahankan-reputasi-suv-premium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/BBX5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BMW X5 at Danau Batur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Formula BMW: 1st Experience in Single Seater</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2008/05/02/formula-bmw-1st-experience-in-single-seater/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2008/05/02/formula-bmw-1st-experience-in-single-seater/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 10:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Test Drive]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[formula]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[sirkuit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budityas.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Cita-cita menjadi seorang pembalap F1 pasti berada di balik benak semua pembalap muda saat ini. Para pembalap bocah yang masih bertarung di atas chassis gokart kelas kadet, para pembalap remaja yang bertarung di atas chassis Rotax Max, hingga para pembalap muda berbakat yang kini sedang bertarung di belakang kemudi Formula BMW, semuanya bisa dipastikan memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=12&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Formula BMW" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/BBFBMWFast.jpg" alt="" width="360" height="239" /></p>
<p>Cita-cita menjadi seorang pembalap F1 pasti berada di balik benak semua pembalap muda saat ini. Para pembalap bocah yang masih bertarung di atas chassis gokart kelas kadet, para pembalap remaja yang bertarung di atas chassis Rotax Max, hingga para pembalap muda berbakat yang kini sedang bertarung di belakang kemudi Formula BMW, semuanya bisa dipastikan memiliki angan berada di balik kemudi jet darat tersebut.</p>
<p>Pemilihan jenjang karir membalap yang tepat bisa jadi merupakan kunci dari tercapainya cita-cita tersebut. Hampir semua pembalap F1, mengawali prestasinya dari karting. Melenggak-lenggok di atas chassis gokart,  mendapatkan dasar-dasar pertarungan wheel-to-wheel untuk mengasah refleks, pengendalian mobil yang presisi serta kemampuan mengambil keputusan saat bertarung di kecepatan tinggi. Selain itu karting juga memberikan dasar kemampuan bagi sang pembalap untuk mengenal karakteristik teknis mobil balapnya seperti tekanan ban dan rasio gear transmisi.</p>
<p>Setelah matang di dunia karting, pembalap tentunya membutuhkan pijakan yang lebih tinggi untuk mewujudkan angannya. Salah satu pilihannya ada di ajang Formula BMW (FBMW) yang telah menjadi salah satu pilihan banyak pembalap muda untuk melangkahkan kakinya ke jenjang balap yang lebih tinggi. Sebut saja Ralf Schumacher, Christian Klien dan Nico Rosberg, mantan pembalap FBMW yang kini telah berada di kursi F1.</p>
<p>Karenanya, saat mendapatkan pesan singkat di ponsel berisi tawaran dari pihak PT. BMW Indonesia untuk mencoba langsung FBMW di Sirkuit Sentul, tanpa perlu berpikir lama, saya setuju untuk menjadi bagian perjalanan mimpi menjadi seorang pembalap F1.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p><em>Dalam kokpit</em><br />
Pengalaman pertama di atas sebuah mobil balap single seater kelas formula tentunya menjadi sebuah pengalaman menarik bagi siapapun. Anggap saja berada di dalam kokpit sebuah F1 BMW-Sauber dalam versi mininya. Ya, karena FBMW berdimensi jauh lebih kecil dibandingkan sebuah mobil F1. Dimensi panjang/lebar/tinggi sebuah mobil FBMW berkode FB02 adalah 3.975/1.740/980 mm, sementara dimensi panjang/lebar/tinggi mobil F1 milik tim BMW-Sauber berkode F1.06 adalah 4.610/1.800/1.000 mm. Saat memasuki kokpitnya yang sempit, seperti juga memasuki kokpit F1, lingkar kemudinya harus dilepas.</p>
<p>Ditemani langsung oleh Mark Goddard, team principal Eurasia Motorsport, berkenalan dengan FBMW terasa begitu mudah dan menyenangkan. Mark dengan lugas memperkenalkan semua komponen yang terdapat di dalam kabin FB02 yang telah dilengkapi Formula Rescue Seat (FORS) berbahan serat aramid yang memungkinkan pembalap mendapatkan pertolongan meski tetap berada di atas kursi. Lingkar kemudi sekaligus menjadi dashboard yang berisi berbagai informasi bagi sang pembalap. Display petunjuk posisi gear, layar LCD yang berisi informasi waktu tempuh tiap lap, temperatur air, tekanan oli dan tekanan pada pedal rem serta lampu-lampu LED yang mengindikasikan posisi putaran mesin.</p>
<p>Mark kemudian juga memberikan petunjuk soal penggunaan transmisi sekuensial 6-speed yang pengoperasiannya nyaris serupa dengan menggunakan mobil bertransmisi manual. Pasalnya, pada FB02 ini juga terdapat pedal kopling yang digunakan saat memindahkan gear. Tak seperti pada F1 yang menggunakan pemindah transmisi paddle shift di belakang lingkar kemudi, pada FBMW pemindahan gear dilakukan via tuas transmisi di sebelah kanan pembalap. Memindahkan gear satu tingkat lebih tinggi, tuas cukup ditarik mantap ke belakang, sementara untuk menurunkan gear dengan didorong ke depan.</p>
<p>Setelah Mark memperkenalkan prosedur darurat saat terjadinya kondisi yang tidak diinginkan, para mekanik kemudian membantu untuk mengencangkan sabuk pengaman lima titik yang mengikat erat pembalap di kokpit FB02. Terasa sesak memang, bahkan untuk menarik nafas penuh rasanya begitu sulit. Namun Mark mengingatkan, bahwa hal itu tidak akan terasa setelah melewati satu lap. “Anda akan merasakan semua sabuk itu mengendur setelah satu lap,” ujarnya.</p>
<p><strong><em>On the track</em></strong><br />
Setelah menyalakan tombol pengapian, kemudian tombol pompa bahan bakar, mekanik lalu menyambungkan sebuah baterai pada soket di bagian belakang FB02 agar dapat menyalakan mesin. Cukup dengan menekan tombol di bawah tombol pompa bahan bakar dan mesin 124EA meraung di belakang punggung pembalap.</p>
<p>Mesin 4-silinder segaris berkapasitas 1,2 liter pada FBMW berasal dari mesin motor BMW K 1200 RS yang mampu melimpahkan tenaga puncak hingga 140 hp pada 9.000 rpm dan torsi optimum 128 Nm pada 6.750 rpm. Setiap FB02 yang bertarung di seluruh seri FBMW di seluruh dunia memiliki spesifikasi mesin yang serupa.</p>
<p>Raungan mesin seberat 71 kg ini memang tak sedahsyat raungan mesin V8 2,4 liter yang dimiliki mobil F1. Namun dengan bobot total mobil yang hanya 455 kg (tidak termasuk pembalapnya), FB02 mampu berakselerasi dari 0 -100 kpj dalam waktu kurang dari empat detik. Apalagi dengan posisi piston horisontal, mesin 124EA sekaligus menghasilkan titik pusat gravitasi yang sangat rendah yang turut membantu soal keseimbangan mobil.</p>
<p>Dan memang hal itu yang dirasakan saat mulai membesut mobil ini memasuki lintasan Sirkuit Sentul. Pada putaran pertama, mobil BMW 330i yang memandu di depan masih belum mengembangkan kecepatan, fase adaptasi terhadap pengendaraan dan pengendalian FBMW masih dilakukan. Namun selepas tikungan terakhir, saatnya mengembangkan kecepatan di lintasan lurus depan tribun utama, pedal akselerator diinjak penuh dan jarak dengan BMW 330i semakin dekat menjelang tikungan R1. Layar display menunjukkan posisi gear enam dan saat lampu rem BMW 330i menyala, pedal rem FB02 juga saya injak penuh sebelum menurunkan transmisi ke gear empat dan menikung cepat di R1.</p>
<p>Perbedaannya dengan road car yang pernah saya coba sebelumnya di sirkuit ini adalah begitu mantapnya mobil ini saat melibas semua tikungan yang ada. Tak heran karena mobil ini memang memiliki struktur aerodinamika yang lebih sempurna dibandingkan sebuah road car. FBMW bahkan memiliki kemampuan pengaturan sayap-sayap pada badannya yang akan membantu pembalap untuk lebih cepat beradaptasi mengenal karakteristik mobil formulanya.</p>
<p>Struktur suspensi FBMW juga turut mendukung kaidah-kaidah aerodinamika layaknya mobil F1. Seperti juga sayap-sayapnya, peredam kejut pada FBMW dapat diatur tingkat kekerasannya. Sayap, peredam kejut dan perbandingan gear yang dapat diatur inilah yang kemudian menjadi dasar bagi para pembalap pemula untuk meningkatkan pengetahuan teknisnya saat membalap di tingkatan lebih tinggi.</p>
<p>Selepas dua putaran, percaya diri semakin tumbuh untuk membawa FB02 ini lebih cepat mengitari Sirkuit Sentul, kali ini saya mencoba menikmati saat mobil bergoyang ketika ban sedikit menghantam kerb, membuat kemudi bergetar namun mobil tetap menjejak kuat di aspal. Semakin lama, BMW 330i di depan rasanya semakin lambat. Saat lampu sein mobil pemandu itu menyala menunjukkan saatnya kembali ke pit.. Oh, tidak! Usai empat putaran di atas FBMW bagaikan terbangun di tengah-tengah mimpi indah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budityas.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budityas.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=12&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2008/05/02/formula-bmw-1st-experience-in-single-seater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/BBFBMWFast.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Formula BMW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BMW M5: Supercar Keluarga</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2008/04/30/bmw-m5-supercar-keluarga/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2008/04/30/bmw-m5-supercar-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 12:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Test Drive]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[supercar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budityas.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda pengusaha sukses, pengacara handal atau memang memiliki kesempatan untuk memilih sebuah mobil seharga lebih dari Rp. 2 Milyar, pilihan normalnya ada dua: sebuah supercar ekstra kencang atau sebuah saloon ekstra mewah. Tapi jangan terlewatkan pilihan alternatif lainnya yang justru lebih menggoda, sebuah saloon mewah ekstra kencang. Dan mobil seperti itulah yang kini ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=10&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/BBBMWM5.jpg" alt="" width="388" height="257" /></p>
<p>Jika Anda pengusaha sukses, pengacara handal atau memang memiliki kesempatan untuk memilih sebuah mobil seharga lebih dari Rp. 2 Milyar, pilihan normalnya ada dua: sebuah supercar ekstra kencang atau sebuah saloon ekstra mewah. Tapi jangan terlewatkan pilihan alternatif lainnya yang justru lebih menggoda, sebuah saloon mewah ekstra kencang. Dan mobil seperti itulah yang kini ada di hadapan kami, sebuah BMW M5 tepatnya. Saloon mewah BMW yang mengusung kekuatan sebuah supercar di balik jubah bodi Seri-5.</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>Kursi pengemudi dan penumpang depan dapat diatur lengkap secara elektrik, plus pemanas dan lumbar support. Semuanya terbungkus oleh kulit Merino berwarna gelap yang tampil kontras dengan warna perak di eksteriornya. Meski tampil suram, namun limpahan sinar mentari via sunroof sangat membantu meningkatkan kesan lapang di dalamnya. M5 juga tetap menawarkan berbagai kepraktisan sebuah sedan empat pintu dari BMW, bagasi berlimpah, tempat duduk penumpang belakang nyaman yang memastikan bahwa Anda bisa membawa serta istri dan anak Anda bersama-sama mencapai lokasi liburan favorit dalam waktu singkat. Kecuali Anda terjebak dalam kemacetan, maka semua kenikmatan mengendarai M5 pun musnah.</p>
<p>Semua fasilitas kemewahan yang ditawarkan BMW memang menjadi hal minoritas dari 100% kepuasan mengemudikan sebuah M5. Karena sumber kepuasan sesungguhnya hadir dari balik penutup mesinnya. Luapan 507 hp tenaga mesin V10 berkapasitas 4.999 cc hadir sepenuhnya pada putaran mesin 7.750 rpm. Mesinnya sendiri masih sanggup berteriak hingga mencapai 8.250 rpm. Sementara torsi puncak 520 Nm pada 6.100 rpm sudah tersedia 86 persennya pada 3.500 rpm. Mesin V10 bersudut 90 derajat yang dicangkok M5 terinspirasi oleh mesin V10 BMW Williams F1, kepala silinder dan crankshaft yang dimilikinya dibuat di pabrik yang memproduksi komponen mesin F1 di Munich.</p>
<p>Data teknis yang menggoda ini membuat kami tak kuasa untuk segera menginjak habis pedal akselerator M5 saat berada di belakang kemudinya. Begitu lintasan lurus membentang di depan, dari kondisi diam kami mencatat akselerasi 0 – 100 kpj dalam waktu 8,11 detik. Terlalu lambat! Pasalnya, BMW mengklaim akselerasi 0 -100 kpj hanya dalam 4,7 detik saja. Memang saat mencoba pertama kali, transmisi 7-speed M-Sequential Drivelogic yang tersemat pada M5 berada pada Drive Mode, dengan program M Engine Dynamic pada P400 (tombol power off) yang membatasi tenaga puncak yang tersedia. Pada M5 memang tersedia M Engine Dynamic yang menyediakan tiga pilihan program, yaitu P400 yang diperuntukan pada pengendaraan dalam kota, konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan keluaran tenaga yang dibatasi, P500 yang menyediakan tenaga puncak 507 hp dan P500 Sport yang tak hanya menyediakan tenaga total namun juga responsifitas yang lebih agresif.</p>
<p>Kini dengan tenaga maksimum yang tersedia, kami kembali mencoba berakselerasi dari kondisi diam untuk mencapai 100 kpj dengan transmisi pada Sequential Mode, dan angka 6,19 detik tercatat pada alat uji kami. Perpindahan gear transmisi secara manual bisa dilakukan pada tuas transmisi atau dengan menggunakan paddle shift di belakang lingkar kemudi. Namun jelas menggunakan paddle shift menjadikan perpindahan gear lebih responsif. Kemudian, kami kembali mencoba dengan mematikan DSC (Dynamic Stability Control), mengatur EDC (Electronic Damper Control) pada mode sport dan melakukan kick down untuk membuat M5 kembali melesat dari 0 – 100 kpj hanya dalam 5,7 detik. Akibat DSC yang dimatikan, saat start, ban Continental Sport Contact 2 tak sanggup sepenuhnya menyalurkan torsi optimum dan meninggalkan jejak karet hitam panjang di aspal, sekaligus membuat buntut mobil menari.</p>
<p>Dari dalam kabin, suara raungan knalpot dari mesin V10 memang tak segarang saat berada di luar. Yang dapat dinikmati adalah saat badan terhempas di kursi saat berakselerasi dan hal itu bisa terjadi setiap perpindahan gear saat jarum putaran mesin melewati 8.000 rpm. Kecepatan maksimum yang kami peroleh memang hanya 210 kpj, namun BMW memang telah membatasi kecepatannya secara elektronik hingga 250 kpj. Meski kami percaya jika kecepatan tertinggi mobil ini sanggup melebihi 300 kpj.</p>
<p>Pilihan mode sport pada EDC membantu kami untuk mendapatkan pengendaraan akurat dan pengendalian yang mantap saat menguji di sirkuit. Pasalnya pada EDC mode sport, suspensi dan sistem kemudi M5 akan diatur secara otomatis pada setelan yang tepat untuk mengemudi secara lebih agresif. Secara keseluruhan ada tiga mode EDC pada M5, yaitu comfort, normal dan sport. Kemudi M5 yang tak dilengkapi dengan Active Steering juga lebih memenuhi kebutuhan pengemudi melakukan manuver cepat di tikungan.</p>
<p>Menikmati sebuah M5 di tengah keramaian kota Jakarta memang bukan hal yang mudah. Aliran darah penuh adrenalin di setiap bulir letupan tenaga mesin V10 milik M5 lebih cocok jika dilarikan di atas lintasan sirkuit, bahkan jika Anda tak memiliki kemampuan layaknya seorang pembalap. Namun jika Anda memang seorang ahli, mengendarai M5 bisa membuat Anda tak bisa berhenti. Semua kemampuan brutal di balik kemudi M5 bahkan masih bisa ditambahkan dengan kemampuannya sebagai mobil pembawa keluarga atau menemami Anda menemui rekan bisnis. Citra mewah BMW jelas menjaminnya sebagai saloon eksklusif, sekaligus sebagai sebuah supercar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budityas.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budityas.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=10&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2008/04/30/bmw-m5-supercar-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/BBBMWM5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Awal kehidupan..</title>
		<link>http://budityas.wordpress.com/2007/11/12/hello-world/</link>
		<comments>http://budityas.wordpress.com/2007/11/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 06:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Hi everybody&#8230; Niat bikin blog lagi nih.., semoga kali ini bisa serius. Soale.. kalo nulis di majalah kayaknya gak bebas, kalo gak terbentur gaya (lah!), ya terbentur halaman, terbentur iklan, terbentur foto, terbentur boks, dan terbentur pesan-pesan sponsor&#8230; Kalo di sini kan bebas mau ngapain aja.. Mau nulis ala EYD kek atau dek nulis make [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=1&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hi everybody&#8230;</p>
<p><img class="alignnone" title="Me baby" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/SiKasep.jpg" alt="" width="240" height="289" /></p>
<p>Niat bikin blog lagi nih.., semoga kali ini bisa serius. Soale.. kalo nulis di majalah kayaknya gak bebas, kalo gak terbentur gaya (lah!), ya terbentur halaman, terbentur iklan, terbentur foto, terbentur boks, dan terbentur pesan-pesan sponsor&#8230; Kalo di sini kan bebas mau ngapain aja.. Mau nulis ala EYD kek atau dek nulis make basa sunda, kumaha aing weh&#8230; Mau bagus, mau butut, mau serius, mau males nulis juga gak papa&#8230; Pan gak ada deadline nyaa&#8230;. heuheu..</p>
<p>Tapi doakan supaya tetap serius mengisi blog ini yaa&#8230; Sambil belajar untuk membuat hidup lebih teratur..</p>
<p>Salam&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/budityas.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/budityas.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budityas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budityas.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budityas.wordpress.com&amp;blog=2105335&amp;post=1&amp;subd=budityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budityas.wordpress.com/2007/11/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b5fa953bb0aa836600f8d69eb2beca7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budityas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i244.photobucket.com/albums/gg34/budityas/My%20Family/SiKasep.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Me baby</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
